Minggu, 20
Muharam 1435 H
@Asrama
Darunnajah Bandung
Bismillaahirrahman
nirraahiim,,,,
Berbagi sedikit dari tulisan seorang Ustadz yang insyaAllah beliau orang-orang yang Allah cintai..
Akhlaq adalah kunci utama kamuliaan manusia. Apabila akhlak sudah rusak maka peradaban umat akan semakin merosot. Salah satu faktor rusaknya akhlaq yaitu dengan berbagai kemaksiatan-kemaksiatan..
Tidak diragukan lagi bahwa kehinaan dan malapetaka yang
ditimpakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala itu disebabkan karena banyak manusia
lalai, merasa tidak bersalah jika melaksanakan dosa dan kemaksiatan. Mereka pun
pura-pura tidak tahu bahwa yang demikian itu akan menyebabkan turunnya ancaman
dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah
Ta’ala berfirman :
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut karena perbuatan tangan
manusia, agar Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan
mereka, agar mereka kembali kepada jalan yang benar." (Ar-Rum : 41)
Kemuliaan
kaum musliminpun terpuruk dikarenakan penganutnya acuh tak acuh terhadap
agamanya, yang halal menjadi haram dan sebaliknya, yang haram menjadi halal.
Akibat dari semua itu dosa dan kemaksiatan menjadi sarapan pagi, siang dan
malam harinya …… Wallahu Musta'an.
Umar Ibnul
Khaththab berkata, "Sesungguhnya kita adalah kaum yang dimuliakan oleh
Allah Ta’ala dengan Islam, walau bagaimanapun kita pasti menginginkan kemuliaan
tersebut, tapi jika tanpa Islam, maka Allah akan menghinakan kita."
(dishahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Imam Adz-Dzahabi).
Dari
perkataan seorang khalifah ini, jelaslah kehancuran dan kehinaan kaum muslimin
akan didapat jika lalai dan meninggalkan agamanya. Maka hendaklah seluruh kaum
muslimin sadar akan hal ini dan mengetahui akibat-akibat yang ditimbulkan dari
dosa dan kemaksiatannya serta hal-hal yang akan menyebabkan ia berbuat dosa.
Adapun
dampak yang ditimbulkan dari dosa dan maksiat adalah sebagai berikut :
1. Sesungguhnya dengan dosa dan maksiat akan
melemahkan hati dari keinginannya. Sedikit demi sedikit keinginan untuk
melakukan kemaksiatan akan menguat, dan keinginan untuk bertobat akan melemah
hingga akhirnya akan hilang keinginan hati untuk bertaubat secara keseluruhan.
2. Seseorang akan terus melakukan perbuatan
dosa dan maksiat, sehingga ia akan menganggap remeh dosa tersebut. Kalau sudah
demikian maka akan datang kehancuran, sebab dosa yang dianggap remeh adalah
besar di sisi Allah Ta’ala. Ibnu Mas'ud radliyallahu anhu berkata,
"Sesungguhnya seorang mukmin tatkala melihat dosanya seakan-akan ia berada
di pinggir gunung yang ia takut gunung itu akan menimpa dirinya. Dan
sesungguhnya seorang yang fajir tatkala melihat dosanya, seperti seekor lalat
yang hinggap di hidungnya lalu membiarkannya terbang." (HR. Bukhari)
3. Sesungguhnya dosa dan maksiat akan
menghilangkan rasa malu, yang merupakan tonggak kehidupan hati, pokok dari
segala kebaikan, apabila hilang rasa malu maka lenyaplah kebaikan. Nabi
shalallahu alaihi wa sallam bersabda: "Malu adalah kebaikan seluruhnya."
(HR. Bukhari Muslim)
4. Disebabkan dosa dan maksiat, Allah Ta’ala
akan melupakan hamba-Nya dan meninggalkannya, maka terjadilah kehancuran yang
tidak diharapkan.
Masih banyak dampak dan akibat yang ditimbulkan dari dosa dan kemaksiatan yang harus dijauhi oleh setiap kaum muslimin…. Dengan kembali kepada agamanya, kembali kepada al-Kitab dan as-Sunnah, berpegang teguh kepada keduanya untuk mengembalikan 'izzul Islam wal muslimin (Kemuliaan Islam dan Muslimin).
Masih banyak dampak dan akibat yang ditimbulkan dari dosa dan kemaksiatan yang harus dijauhi oleh setiap kaum muslimin…. Dengan kembali kepada agamanya, kembali kepada al-Kitab dan as-Sunnah, berpegang teguh kepada keduanya untuk mengembalikan 'izzul Islam wal muslimin (Kemuliaan Islam dan Muslimin).
Wallahu A'lam bishawab
Penulis : Ustadz Abu Hamzah Yusuf
Kategori : Aqidah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar