Minggu, 20 Muharam
1435 H
@Asrama
Darunnajah Bandung
Bismillaahirrahman
nirraahiim...
Nampaknya
cuaca hari ini akan sedikt berbeda dengan hari-hari sebelumnya, ya betul sekali!
Ia,
sang mentari sedang ingin sedikit bersembunyi
dari kita, mungkin agar kita merasa rindu akan teriknya yang begitu menyengat.
Baru diambil
kenikmatan segini saja masih banyak ngeluhnya, astagfirullah….
Ingin sedikit berkata-kata tentang kondisi umat saat ini, yuk kita mulai dari negeri tercinta kita..
Di
Indonesia, sampai saat ini secara dzahir masih terlihat aman dan tentram tak ada gencatan
senjata atau suara-suara bom nuklir yang menghancurkan gedung-gedung tak seperti negara-negara saudara kita yang lain.
Apa kabar
Palestine?
Apa kabar
Suriah?
Apa Kabar
Mesir?
Apa kabar
Irak?
Apa kabar
Turki?
Apa kabar
saudara-saudara di negara yang lain?
Sauadara-saudara kita
yang kuat aqidahnya, telah Allah uji dengan ujian yang dzohir, dengan penganiayaan pada
jasad mereka, tiap hari tiap detik mereka selalu tertindas oleh kaum-kaum yang
benci terhadap Islam.
Lalu
bagaimana dengan Indonesia yang terkesan aman dan nyaman, tidak ada ancaman
senjata yang bertebaran di penjuru-penjuru Indonesia?.
Benarkah
Indonesia aman dari ancaman orang-orang tidak suka pada Islam?
Tidak,!!!!!
Kita terlalu
ternina bobokan dengan perang yang tidak nampak pada jasad kita, kita ternina
bobokan dengan “perang pemikiran” yang seolah-olah itu sesuai dengan keinginan
dan pola pikir kita.
Cerita sedikit, mudah-mudahan nyambung sama itu.....
Disuatu
hari, dalam sebuah halaqoh. Sang Murobiyah bertanya..
Murobiyah : Dek…. menurut kalian, kita sedang
berperang gak?
Mutarobi : Kalau dirasa-rasa mah aman atuh teh,
tapi kalau dari budaya yang gitu-gitu dan lainnya mah kita the sok-sok ngikutin orang Barat
teh… hehe
Murobiyah : ya, betul banget dek..
Nah itu yang harus kita pikirkan saat ini,
kita sedang berperang secara pemikiran..
Mutarobi : Maksudnya teh? gak ngerti hehe….
Murobiyah : banyak hal yang berkaitan dengan itu..
Sang Murobiyah itu menjelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan
“ghazwul fikri”. Beliau sampaikan bahwa ada sarana-sarana dalam perang
pemikiran.
Sebelum mengarah pada perang pemikiran, perlu kita ketahui bahwa ada 4 golongan yang menjadi musuh Islam, diantaranya:
1. Orang Atheis
dan Yahudi tercantum dalam Qs. Al-Maidah : 82
2. Orang
Musyrik, tercantum dalam Qs. Al-Maidah: 82 dan At-taubah: 36
3. Golongan
Nasrani, tercantum dalam Qs. Al-baqarah : 120
4. Kaum
munafiqun, tercantum dalam Qs. Munafiqun : 4
Keempat
golongan ini bergabung dan mereka menggunakan berbagai sarana untuk menghancurkan Islam. Banyak
sarana-sarana yang mereka gunakan, beberapa diantaranya yaitu sarana
pendidikan, penerangan, hiburan, olah raga, yayasan, kesehatan dan lain-lain.
Sarana-sarana ini digunakan tidak lain hanya untuk memurtadkan manusia,
menjadikan mereka terbuai dalam kenikmatan yang membuat mata batin mereka
tersesat.
Konspiras-konsprasi
yang mereka lakukan salah satunya dalam bidang pendidikan. Jelas nampak sekali
ada campur tangan mereka dalam ranah ini. Mereka menjadikan sumber-sumber
rujukan semua ilmu-ilmu dan buku-buku yang ada di lembaga-lembaga pendidikan
menggunakan prinsip dan teori orang-orang barat.
Lah, kok
Bisa?
ya ialah, kalau pake sumber yang dari Islam kan jadinya eksklusif gitu
deh, kan kalau dari barat semua agama bisa make… “itulah jawaban para guru dan
dosen kalau dimintai pendapat tentang hal ini”
Sungguh
miris rasanya dengan fenomena itu,…
Pernah
terjadi dalam sebuah Seminar Pendidikan Agama Islam di kampus saya. Saat itu
salah satu Jurusan dari Fakultas lain tampil mepresentasikan bahan SPAI nya.
Judul yang diambil yaitu Pentingnya Keluarga Dalam Pembentukan Karakter Anak
Bangsa.
Wah judul
yang bagus nih buat dikaji,, heheh…..
senyum-senyum
sendiri, ya termotivasi mengkaji tentang “rumah tangganya” sih J
Semua isi materi telah tersampaikan dengan baik oleh pemateri,,,
Semua isi materi telah tersampaikan dengan baik oleh pemateri,,,
Eh ada yang
nanya…..
Kata
penanya” Bagaimana caranya agar keluarga itu sakinah, mawadah dan Warohmah,
sehingga dapat menciptakan pembetukan karakter
yang baik pada anak bangsa?”
Pemateri
menjawab pertanyaan itu. “Jadi gini teh, agar semua itu bisa tercapai, mari
kita kaji teori dari xxxxxxxx (tokoh dari barat) “
Ketika
ditanya, landasan menurut Islamnya gimana?
Apa jawabnya…..
Apa jawabnya…..
Ia terdiam
dan bungkan, dengan mengeluarkan sedikit kata-kata “saya kurang tahu the kalau
itu, tapi kalau dalam teori psikologi menurut inimah seperti itu”
Miris
memang, sedih rasanya.. Bahkan ada dosen yang mengkritisi jawaban dan proses
SPAI itu. Kata beliau “Bagaimana mungkin bisa bertemu antara sakinah, mawadah,
dan warohmah, jika pemecahan masalahnya menggunakan teori yang berasal dari
Barat, yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan keimanan dan ketaqwaan
apalagi dengan landasan dari Al-qur’an”
Itu hanya
salah satu contoh konspirasi-konspirasi “mereka “ untuk mengubah paradigm dan
pola pikir khususnya generasi penerus bangsa saat ini agar “mereka” menjadi
referensi sumber utama kita dalam bidang pendidikan.
Seebulnya
mungkin masih banyak lagi konspirasi-konspirasi lain yang tidak kita sadari
sampai saat ini.
Ada beberapa
bahaya dari perang pemikiran, yaitu
1. Tertipu
2. Memiliki
kecendrungan terhadap orang kafir , dalam Qs. Hud : 13
3. Mencintai
orang kafir, dalam Qs. Ali’mran: 118
4. Menaati
orang kafir, dalam Qs. Muhammad : 26
5. Mengikuti
tata cara hidup mereka, dalam Qs. Al-baqarah : 120
6. Mengikuti
perilaku-perilaku dan penampilan mereka, dalam Qs. Al-Maidah : 51
7. Memberikan
loyalitas terhadap mereka, dalam Qs. Al-Maidah: 51
Secara garis
besar mungkin itu hal-hal yang ingin mereka capai, namun apabila dikaji
satu-satu pasti lebih dalam dan sangat luas bahsanya.
Sebagai
bahan evaluasi untuk diri pribadi juga, semoga dengan semakin majunya
perkembangan zaman kita juga semakin memahami kondisi-kondisi yang sedang kita hadapai. Berwaspada dan
perkuat tarbiyah kita, karena Islam milik kita, Islam dinnullah, Dinnul haq,
perluas tarbiyah…
Semoga
bermanfaat..
Mohon maaf
bila ada hal-hal yang kurang berkenan di hati. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar