Sabtu, 23 November 2013

Wasail Al Ghazwu Al Fikri



Minggu, 20 Muharam 1435 H
@Asrama Darunnajah Bandung

Bismillaahirrahman nirraahiim...

Nampaknya cuaca hari ini akan sedikt berbeda dengan hari-hari sebelumnya, ya betul sekali!
Ia, sang mentari sedang ingin  sedikit bersembunyi dari kita, mungkin agar kita merasa rindu akan teriknya yang begitu menyengat.

Baru diambil kenikmatan segini saja masih banyak ngeluhnya, astagfirullah….

Ingin sedikit berkata-kata tentang kondisi umat saat ini, yuk kita mulai dari negeri tercinta kita..
Di Indonesia, sampai saat ini secara dzahir masih terlihat aman dan tentram tak ada gencatan senjata atau suara-suara bom nuklir yang menghancurkan gedung-gedung tak seperti negara-negara saudara kita yang lain.

Apa kabar Palestine?
Apa kabar Suriah?
Apa Kabar Mesir?
Apa kabar Irak?
Apa kabar Turki?
Apa kabar saudara-saudara di negara  yang lain?

Sauadara-saudara kita yang kuat aqidahnya, telah Allah uji dengan ujian yang dzohir, dengan penganiayaan pada jasad mereka, tiap hari tiap detik mereka selalu tertindas oleh kaum-kaum yang benci terhadap Islam.

Lalu bagaimana dengan Indonesia yang terkesan aman dan nyaman, tidak ada ancaman senjata yang bertebaran di penjuru-penjuru Indonesia?.
Benarkah Indonesia aman dari ancaman orang-orang tidak suka pada Islam?
 
Tidak,!!!!!
Kita terlalu ternina bobokan dengan perang yang tidak nampak pada jasad kita, kita ternina bobokan dengan “perang pemikiran” yang seolah-olah itu sesuai dengan keinginan dan pola pikir kita.

Cerita sedikit, mudah-mudahan nyambung sama itu.....
Disuatu hari, dalam sebuah halaqoh. Sang Murobiyah bertanya..
Murobiyah     : Dek…. menurut kalian, kita sedang berperang gak?
Mutarobi        : Kalau dirasa-rasa mah aman atuh teh, tapi kalau dari budaya yang gitu-gitu dan lainnya      mah kita the sok-sok ngikutin orang Barat teh… hehe
Murobiyah     : ya, betul banget dek..
                           Nah itu yang harus kita pikirkan saat ini, kita sedang berperang secara pemikiran..
Mutarobi        : Maksudnya teh? gak ngerti hehe….
Murobiyah     : banyak hal yang berkaitan dengan itu..

Sang Murobiyah itu menjelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan “ghazwul fikri”. Beliau sampaikan bahwa ada sarana-sarana dalam perang pemikiran.

Sebelum mengarah pada perang pemikiran, perlu kita ketahui bahwa ada 4 golongan yang menjadi musuh Islam, diantaranya:
1.      Orang Atheis dan Yahudi tercantum dalam Qs. Al-Maidah : 82
2.      Orang Musyrik, tercantum dalam Qs. Al-Maidah: 82 dan At-taubah: 36
3.      Golongan Nasrani, tercantum dalam Qs. Al-baqarah : 120
4.      Kaum munafiqun, tercantum dalam Qs. Munafiqun : 4
Keempat golongan ini bergabung dan mereka menggunakan berbagai sarana  untuk menghancurkan Islam. Banyak sarana-sarana yang mereka gunakan, beberapa diantaranya yaitu sarana pendidikan, penerangan, hiburan, olah raga, yayasan, kesehatan dan lain-lain. Sarana-sarana ini digunakan tidak lain hanya untuk memurtadkan manusia, menjadikan mereka terbuai dalam kenikmatan yang membuat mata batin mereka tersesat.
Konspiras-konsprasi yang mereka lakukan salah satunya dalam bidang pendidikan. Jelas nampak sekali ada campur tangan mereka dalam ranah ini. Mereka menjadikan sumber-sumber rujukan semua ilmu-ilmu dan buku-buku yang ada di lembaga-lembaga pendidikan menggunakan prinsip dan teori orang-orang barat.

Lah, kok Bisa? 
ya ialah, kalau pake sumber yang dari Islam kan jadinya eksklusif gitu deh, kan kalau dari barat semua agama bisa make… “itulah jawaban para guru dan dosen kalau dimintai pendapat tentang hal ini”
Sungguh miris rasanya dengan fenomena itu,…

Pernah terjadi dalam sebuah Seminar Pendidikan Agama Islam di kampus saya. Saat itu salah satu Jurusan dari Fakultas lain tampil mepresentasikan bahan SPAI nya. Judul yang diambil yaitu Pentingnya Keluarga Dalam Pembentukan Karakter Anak Bangsa.

Wah judul yang bagus nih buat dikaji,, heheh…..
senyum-senyum sendiri, ya termotivasi mengkaji tentang “rumah tangganya” sih J

Semua isi materi telah tersampaikan dengan baik oleh pemateri,,,
Eh ada yang nanya…..

Kata penanya” Bagaimana caranya agar keluarga itu sakinah, mawadah dan Warohmah, sehingga dapat menciptakan pembetukan karakter  yang baik pada anak bangsa?”
Pemateri menjawab pertanyaan itu. “Jadi gini teh, agar semua itu bisa tercapai, mari kita kaji teori dari xxxxxxxx (tokoh dari barat) “
Ketika ditanya, landasan menurut Islamnya gimana?

Apa jawabnya…..
Ia terdiam dan bungkan, dengan mengeluarkan sedikit kata-kata “saya kurang tahu the kalau itu, tapi kalau dalam teori psikologi menurut inimah seperti itu”

Miris memang, sedih rasanya.. Bahkan ada dosen yang mengkritisi jawaban dan proses SPAI itu. Kata beliau “Bagaimana mungkin bisa bertemu antara sakinah, mawadah, dan warohmah, jika pemecahan masalahnya menggunakan teori yang berasal dari Barat, yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan keimanan dan ketaqwaan apalagi dengan landasan dari Al-qur’an”

Itu hanya salah satu contoh konspirasi-konspirasi “mereka “ untuk mengubah paradigm dan pola pikir khususnya generasi penerus bangsa saat ini agar “mereka” menjadi referensi sumber utama kita dalam bidang pendidikan.
Seebulnya mungkin masih banyak lagi konspirasi-konspirasi lain yang tidak kita sadari sampai saat ini.

Ada beberapa bahaya dari perang pemikiran, yaitu
1.      Tertipu
2.      Memiliki kecendrungan terhadap orang kafir , dalam Qs. Hud : 13
3.      Mencintai orang kafir, dalam Qs. Ali’mran: 118
4.      Menaati orang kafir, dalam Qs. Muhammad : 26
5.      Mengikuti tata cara hidup mereka, dalam Qs. Al-baqarah : 120
6.      Mengikuti perilaku-perilaku dan penampilan mereka, dalam Qs. Al-Maidah : 51
7.      Memberikan loyalitas terhadap mereka, dalam Qs. Al-Maidah: 51
Secara garis besar mungkin itu hal-hal yang ingin mereka capai, namun apabila dikaji satu-satu pasti lebih dalam dan sangat luas bahsanya.

Sebagai bahan evaluasi untuk diri pribadi juga, semoga dengan semakin majunya perkembangan zaman kita juga semakin memahami kondisi-kondisi  yang sedang kita hadapai. Berwaspada dan perkuat tarbiyah kita, karena Islam milik kita, Islam dinnullah, Dinnul haq, perluas tarbiyah…

Semoga bermanfaat..
Mohon maaf bila ada hal-hal yang kurang berkenan di hati. :)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar